Tugas 1: Kode Etik Auditor dalam Pemberian Parsel pada Hari Raya

October 7, 2009 at 7:57 am (Uncategorized)

Kode Etik Auditor dalam Pemberian Parsel pada Hari Raya

Kode etik profesi bagi akuntan publik diatur oleh AICPA ( American Institute of Certified Public Accountants) dimana kode etik AICPA menjadi standar umum perilaku yang ideal dan menjadi peraturan khusus tentang perilaku yang harus dilakukan oleh para Akuntan Publik.
Kode etik ini terbagi menjadi 4 bagian yaitu:
1) Prinsip-prinsip etika profesi
Merupakan standar etika ideal yang dinyatakan dalam istilah filosofi, biasanya prinsip-prinsip ini bersifat teoritis.

Ada 6 prinsip-prinsip etika profesi bagi akuntan publik:
a. Tanggung jawab
Dalam melaksanakan tanggungjawabnya, akuntan publik harus peka serta memiliki pertimbangan moral atas seluruh aktivitas yang mereka lakukan.
b. Kepentingan publik
Akuntan publik harus melayani kepentingan publik, meghargai kepentingan publik dan menunjukkan komitmennya pada profesionalisme.
c. Integritas
Akuntan publik harus menunjukkan tanggungjawabnya pada tingat integritas tertinggi.
d. Obyektivitas dan independensi
Akuntan public haruslah mempertahankan obyektivitasnya dan bebas dari konflik dalam melaksanakan tugasnya serta memiliki independensi dalam kondisi apapun.
e. Due Care
Seorang akuntan publik harus memperhatikan standar teknik dan etika profesi dan berusaha untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas jasa yang diberikannya.
f. Lingkup dan Sifat Jasa
Akuntan publik haruslah memperhatikan prinsip-prinsip dan kode etik profesi dalam menentukan lingkup dan sifat jasa yang akan disediakannya.
2) Peraturan etika
Adalah standar etika minimum yang dinyatakan sebagai peraturan spesifik, peraturan ini bersifat praktis.
3) Interprestasi atas peraturan etika
Berbagai interprestasi atas peraturan etika yang disususun oleh divisi etika profesi AICPA.
4) Kaidah etika
Merupakan publikasi penjelasan serta beragam jawaban atas pertanyaan tentang peraturan etika yang disampaikan pada AICPA oleh para praktisi serta pihak lain yang tertarik akan ketentuan-ketentuan etika.

Sumber:

1. http://blogsearch.google.co.id

Berdasarkan penjelasan diatas menurut saya pemberian parsel pada saat hari raya diperbolehkan asal tidak menyimpang dari tujuan utama pemberian parsel yaitu untuk berterima kasih atau mengikat tali silaturahmi. Pemberian parsel yang dilatar belakangi oleh kepentingan pribadi tidaklah sesuai dengan kode etik profesi akuntansi auditor yaitu, obyektivitas dan independensi.

Akuntan publik haruslah mempertahankan obyektivitasnya dan bebas dari konflik dalam melaksanakan tugasnya serta memiliki pendirian dalam kondisi apapun. Agar dalam mengaudit suatu perusahaan tidak memihak ke perusahaan tersebut, dengan sendirinya integritas auditor dapat terjaga dan auditor pun dapat bertanggung jawab secara penuh terhadap aktivitasnya tersebut. Sehingga prinsip – prinsip etika profesi dapat dijalankan pula sesuai dengan kode etik yang berlaku secara umum.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: